Kamis, 29 Juni 2017

Algae Fertilizer Sebagai Nutrisi untuk Mengkultur Micro Algae Green Water


Pada artikel lalu saya pernah membahas cara mengkultur green water atau micro algae dengan menggunakan air bekas aquarium, tapi kali ini secara gambalng saya akan membahas cara mengkultur micro algae dengan nutrisi khusus yang di kondisikan untuk lebih mudah mengkultur micro algae hanya dalam 4 hari dengan menggunakan Algae Fertilizer.

Nutrient Solutions atau Algae Fertilizer yang saya kembangkan adalah nutrisi organik bebas dari bahan kimia yang berfungsi sebagai nutrisi atau makanan untuk mengkultur micro algae green water, yang telah melalui tahap fermentasi dan filterisasi berulang-ulang dan berbulan-bulan sehingga waktu tempuh dalam mengkultur green water hanya di tempuh dalam 4 hari saja.
Algae Fertilizer ini sudah mengandung nutrisi mikro dan makro yang di butuhkan untuk tumbuh kembang micro algae dengan demikian kita tidak perlu lagi menambahkan trace element dan zat besi pada algae fertilizer ini.


Deskripsi Algae Fertilizer :
  • Nutrient Solutions atau Algae Fertilizer sebagai nutrisi untuk kultur ulang micro algae atau green water.
  • Tingkat / level pH : 8.3 (basa / Alkaline)
  • Jenis Air Tawar.
  • Masa fermentasi 3 bulan hingga 12 bulan.

Media dan Kondisi kultur green water atau micro algae :
  • Media kultur : Baskom lebar kapasitas 3 Liter atau +- 4 liter, atau media Algae Bio-Photoreactor ukuran 3,1 liter (botol soda BIG Cola 3,1liter) atau sesuai kebutuhan yang ada saja.
  • Cahaya yang terang atau sinar matahari langsung minimal 6jam sehari (12 jam lebih baik).
  • Jika menggunakan aerator hanya sebagai pengaduk atau pengocok air saja agar tidak terjadi gumpalan atau sedimen algae sedangkan cahaya matahari atau kompor untuk mendidihkan air kultur bisa sebagai pensteril dan menaikkan pH Air.
  • Untuk media baskom jika terkena hujan tidak masalah yang penting air di kultur jangan sampai luber karena kepenuhan air hujan. jadi jika di rasakan curah hujan dapat membuat air kultur menjadi luber baiknya media kultur terpaksa di tutup seadanya dengan papan atau atau atap fiber.

Dosis untuk kultur ulang micro algae atau green water
Tidak seperti dosis pada tanaman misal per 1 liter air, dosis ini tidak bisa di sesuaikan per berapa liter air yang kita mau tapi tergantung pada seperti apa media kulturnya, apakah medianya berupa baskom, aquarium atau bio-photoreactor, lalu berapa liter kapasitas media kultur tersebut dan seberapa pekat populasi micro algae yang di harapkan. Berikut terdapat 3 mode kepekatan atau populasi micro algae yaitu : 
  • Dark : mode ini sering di gunakan untuk Perusahaan / industri algae besar
  • Medium : mode ini sering di gunakan pada kultur skala menengah atau pedagang pakan burayak ikan.
  • Lite  : mode ini sering di gunakan pada skala rumahan / pribadi
jika ingin kepekatan seperti starter micro algae yang saya jual di tokopedia dan bukalapak adalah sangat pekat atau Dark.

Kultur pada Media Baskom berikut dosis.
*catatan singkat : NS = Nutrient Solutions, Air = Air Steril atau Air Bersih, GW = Starter Green Water
(Kultur pada media Baskom 4 liter untuk menghasilkan 3000ml micro algae )
⦁    Dark : 1000ml NS + 1750ml Air + 250ml GW
⦁    Medium : 250ml NS + 2500ml Air + 250ml GW
⦁    Lite : 5ml NS + 2750ml Air + 250ml GW
(Kultur pada media Baskom 2 atau 3 liter untuk menghasilkan 1500ml micro algae)
⦁    Dark : 500ml NS + 875ml Air + 125ml GW
⦁    Medium : 125ml NS + 1250 Air + 125ml GW
⦁    Lite : 5ml NS + 1375 Air + 125ml GW

Kultur pada media Bio-Photoreactor berikut dosis.
(Kultur pada media Bio-Photoreactor 3,1liter atau botol soda big cola untuk menghasilkan 2650ml micro algae , media ini berbeda dengan baskom karena media ini bersifat tertutup maka selama kultur akan menghasilkan gelembung2 oksigen yang dapat menutup / menyumbat saluran udara pada atas / mulut botol maka kapasitas air harus di kurangi)
⦁    Dark : 1000ml NS + 1400ml Air + 250ml GW
⦁    Medium : 250ml NS + 2150ml Air + 250ml GW
⦁    Lite : 5ml NS + 2400ml Air + 250ml GW
(Kultur pada media Bio-Photoreactor 1,5liter atau botol mineral bekas merk aqua atau yang sejenis untuk menghasilkan 1250ml micro algae)
⦁    Dark : 425ml NS + 700ml Air + 125ml GW
⦁    Medium : 125ml NS + 1000ml Air + 125ml GW
⦁    Lite : 5ml NS + 1125 Air + 125ml GW








Sebagai pemula untuk eksperimen saya sarankan mulai mengkultur pada mode Lite lalu sesuaikan medianya seperti apa dan yang berapa liter.

Berikut adalah Tahapan dan Cara yang saya lakukan dalam memulai mengkultur micro algae green water: 
  • hari ke 1 : pagi hari - masukan NS dan Air pada media kultur, Air di media harusnya menjadi coklat keruh (seperti pada gambar mini bio-photoreactor), ini namanya algae diatom lalu masukan starter micro algae atau green water pada media sesuai dosis yang di pilih, lalu warna air akan sedikit hijau atau masih rada coklat, lalu sinari dengan cahaya atau jemur terkena sinar matahari langsung minimal 6 jam cahaya matahari atau maksimal 12-15 jam cahaya lampu, pada sore hari umumnya pH Air sudah menjadi alkali atau basa ini pertanda baik (untuk mode Lite warna Air kultur tetap bening tetap masukkan starter micro algae atau green water pada media sesuai dosis yang di pilih)
  • next day : - Air di media agak coklat dan sedikit menghijau ringan, di sertai dengan buih / gelembung2 oksigen, proses fotosentesis sedang berlangsung
  • next day : - Air di media menghijau di sertai dengan buih / gelembung2 oksigen, proses fotosentesis sedang berlangsung, populasi micro algae mulai meningkat. 
  • next day : - Air di media sedikit kebiruan atau hanya hijau saja di sertai sedikit buih, proses fotosentesis agak mulai terhenti karena nutrisi dan aroma amonia menghilang. lalu lakukan panen pada siang atau sore hari jika perlu gunakan kain untuk menyaring endapan nutrisi atau sediman algae tenggelam yang tidak berguna, lalu simpan micro algae tersebut di kulkas untuk di gunakan selanjutnya sebagai starter micro algae atau sebagai pakan daphnia.

Kunci keberhasilan kultur green water ada pada pH Air yang alkali : hal-hal yang menandakan keberhasilan dalam mengkultur micro algae adalah pH Air kultur menjadi basa atau alkali, pada saat hari pertama air media berwarna coklat keruh, artinya jika air menjadi coklat keruh berarti pH Air kultur menjadi basa atau alkali tanpa harus mengetesnya dengan pH tester cukup dengan melihat warna airnya saja, sedangkan untuk dosis Lite (5ml) tetap di butuhkan pH tester untuk mengetes pH air apakah air sudah menjadi alkali atau belum karena warna air masih tetap bening.

Sebagai pakan daphnia :

Jangan memberikan seluruh hasil panen micro algae ke daphnia, Micro algae yang sudah di masukin ke kulkas bisa di berikan ke daphnia sedikit demi sedikit walaupun dalam keadaan dingin, pengulangan pemberian ke daphnia setelah air daphnia menjadi kuning atau bening, namun kondisi kultur daphnia tidak sama dengan cara kultur micro algae, di hari ke 4 atau ke 5 sebagian kecil populasi daphnia akan mati bisa dikarenakan karena umur sudah cukup tua saat di kultur di tempat kulturnya / penjual daphnia (umur daphnia pulex rata-rata 18 - 20 hari dan daphnia magna adalah 28 hari) atau air daphnia terlalu alkali (air micro algae bersifat alkali atau basa atau berpH 8 keatas) daphnia hidup di air ber pH seimbang yaitu 7 hingga 8, maka anda perlu memiliki pH tester untuk mengetahui pH airnya, cara alami untuk membuat air daphnia ber pH 7 adalah dengan pemberian air hujan bersifat asam secara berkala dan sambil di tes airnya menggunakan pH tester. pada tahap kultur daphnia ini anda di harapkan bereksperimen karena kondisi iklim kultur tiap kultivator berbeda-beda, jika anda sudah sering mengkultur anda tidak perlu lagi mengetes pH air cukup melihatnya saja anda akan tahu sendiri.

Kondisi kultur daphnia yang wajib di ikuti : (Kondisi kultur daphnia sangat bertolak belakang dengan kultur green water atau micro algae)
  • cahaya lampu atau matahari yang cukup terang sebagai energi daphnia untuk membuat arus air untuk mendapatkan makanannya (teduh / tidak panas tapi terang, berbeda dengan cara kultur micro algae harus panas dan terang)
  • amonia dapat menghasilkan racun (toxic) dapat memicu seluruh populasi daphnia mati dalam sekejap. jika hanya beberapa daphnia saja yang mati karena sudah umurnya akan menghasilkan amonia, walaupun amonia sedikit tapi jika pH airnya basa / alkali seperti pH pada micro algae dapat memperbanyak toxic pada kultur daphnia.
  • kondisi air ber-pH seimbang yaitu 7.0 - 7.8, air terbaik untuk menye-imbangkan kadar alkali / basa pada kultur daphnia adalah air hujan (tanpa harus di endapkan) air hujan rata-rata ber pH asam (pH 4.5 - 6.5) jika air hujan bercampur dengan air micro algae maka airnya akan ber pH seimbang (7.0 - 7.8)
  • jika air kultur daphnia tidak kunjung bening (tetap hijau) lebih dari 2 hari atau micro algaenya tidak kunjung bening atau bahkan warna hijau micro algae justru semakin hari semakin pekat itu artinya daphnia tidak akan dapat mereproduksi, justru micro algaenya yang berkembang, artinya lokasi kultur terlalu terkena sinar matahari langsung atau air kultur daphnia sudah terlalu alkali atau suhu air terlalu panas di atas 28 derajat celcius, cara mengatasinya adalah dengan melakukan pergantian air sebanyak 50% hingga 70% dengan air hujan atau air sumur (tidak perlu di endapkan terlebih dahulu karena air micro algae dapat membuat air hujan / air sumur tersebut menjadi ber pH seimbang) 
  • air harus bersih dan bebas dari bermacam-macam predator dan zooplankton lainnya (copepod / garammus dll) karena bisa saja selama kultur daphnia justru zooplankton lain yang berkembang atau daphnia di mangsa oleh predator lainnya (misal gammarus, gammarus terkadang selalu ada di dalam air akuarium dan air sumur) daphnia sangat sensitif terhadap temperatur, pH dan kualitas air, saya sarankan mengkultur daphnia jangan pada 1 wadah saja, semkin banyak wadah semakin baik untuk mengurangi tingkat kegagalan.


Kunci sukses kultur micro algae : Rubah pH Air kultur menjadi basa atau alkali (pH 8.1 keatas), Kunci sukses kultur Daphnia : Pertahankan pH Air kultur tetap seimbang (pH 7).

Selamat berkultur dan semoga berhasil.


4 komentar:

  1. Mohon solusi alternatif untuk membuat nutrisinya om (mengingat gak ada yg jual). Misalkan dengan dg BUTIRAN pupuk NPK 16-16-16, fish all flora, dan pupuk SP36. Atau apalah.
    Mohon rekomendasinya

    BalasHapus
  2. kebetulan minggu lalu saya sudah coba ekperimen dengan NPK 16-16-16 an hasilnya gagal, air tetap seperti putih susu, kelemahan dari NPK adalah tidak ada nitrobakter, tapi memang NPK sudah terbentuk nitrat melalui proses kimiawi di pabrik pembuatannya, jadi menurut saya nitrat yang di butuhkan algae adalah hasil permentasi dari nitrobakter bukan dari proses kimia buatan pabrik

    BalasHapus
  3. Maaf sebelumnya, apakah isi kandungan Algae Fertilizer ini sama dengan content air seni kambing?

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak kerabat saya yang bilang air seni kelinci dan air seni kambing sebagai pengganti pupuk cair hidroponik dan hasilnya bagus, tapi saya belum coba untuk di tes menjadi algae fertilizer, harus di uji coba / eksperimen. Masukan yang bagus itu pak rahman.

      Hapus